Sinergi Pengawasan Distribusi MINYAKITA di Sulut, Kemenko Polkam – Kemendag Komit Jaga Stabilitas Pangan

Nasional479 Dilihat

datatimes.id, Manado – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama Kementerian Perdagangan terus memastikan kesesuaian distribusi MINYAKITA di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Teranyar, Rabu (10/9/2025), pengawasan dilakukan di Pasar Bersehati, Kota Manado, Sulawesi Utara, serta Gudang Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Dalam kegiatan ini, dilakukan rangkaian pengawasan dalam rangka memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga MINYAKITA di wilayah Sulawesi Utara. Hasil pengawasan   menunjukkan stok MINYAKITA tersedia dan mencukupi dengan  harga sesuai HET, yaitu Rp15.700/liter,” terang Direktur Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Mario Josko.

Mario menerangkan, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 10 September 2025, harga rata-rata  MINYAKITA  di  tingkat  nasional  tercatat  stabil  dalam  sebulan  terakhir, yaitu  sebesar  Rp16.700/liter. Sedangkan harga  MINYAKITA  di  Sulawesi  Utara  masih  di  atas  HET, tetapi mengalami   penurunan   harga,   dengan   rata-rata   harga   MINYAKITA   per   10   September   2025,   yaitu Rp16.425/liter.  Penurunan  harga  rata-rata  MINYAKITA  tersebut  sebesar  5,7  persen  jika  dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar Rp17.425/liter.

“Kabupaten/kota yang menjadi pembentuk harga Provinsi Sulawesi Utara antara lain Kota Manado, Kabupaten Minahasa  Utara,  Kabupaten Minahasa  Selatan,  dan  Kota  Kotamobagu.  Harga  MINYAKITA  di  Kota  Manado sudah sesuai HET Rp15.700/liter. Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan sudah turun menjadi Rp16.000/liter, tapi  Kota Kotamobagu  masih  tinggi,  yaitu  Rp18.000/liter. Kita  berharap,  dengan  adanya pasokan  yang  kontinu,  harga  MINYAKITA  terus mengalami  tren  penurunan  hingga  stabil  sesuai  HET,” tuturnya.

Saat  ini,  Perum  Bulog  Kantor  Wilayah  Sulawesi  Utara  telah  mendapatkan  pasokan  MINYAKITA  dari WILMAR  Group,  yaitu  PT  Multi  Nabati  Sulawesi  sebanyak  96.000  liter  yang  akan  didistribusikan  secara merata  di  Provinsi  Sulawesi  Utara.  Pasokan  MINYAKITA  diharapkan  akan  terus  berlanjut  secara kontinu guna memastikan ketersediaan stok MINYAKITA di wilayah Sulawesi Utara.

“Produsen dan distributor lain diharapkan dapat ikut membantu pemerataan pendistribusian MINYAKITA, baik  melalui distributor  maupun  BUMN  Pangan.  Kementerian  Perdagangan  secara  aktif  akan  terus mendorong pasokan MINYAKITA ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Mario.

Mario menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi serta melakukan pengawasan ke berbagai daerah lain. Selain untuk memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga, pengawasan juga dilakukan  untuk  memastikan  kesesuaian produk  dalam  rangka  perlindungan  konsumen.

Kementerian Perdagangan  juga  mendorong  pemerintah  daerah  untuk  aktif  melakukan  pengawasan  bersama  Satgas Pangan   dan   berkoordinasi   dengan   produsen,   distributor,   dan   Perum Bulog   guna   memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga MINYAKITA di wilayahnya masing-masing.

Asdep Intelkam Bimmas dan Obvitnas, Kedeputian Bidkoor Kamtibmas, Kemenko Polkam, Brigjen TNI M Sujono menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Perdagangan, BULOG, Pemerintah Provinsi Sulut,  TNI,  Polri,  serta  instansi  terkait  lainnya  yang  terus  berupaya  mengawal  distribusi  bahan  pokok.

“Sinergi  yang  terbangun  inilah  yang  akan  menjadi  kunci  keberhasilan  kita  dalam  menghadapi  tantangan stabilisasi harga dan tantangan pangan di wilayah Sulut dan secara nasional,” ujarnya.

Rapat Koordinasi Identifikasi Isu Strategis Bidang Pangan Rangkaian  pengawasan  distribusi  bidang  pangan  ini  juga  disertai  dengan  pelaksanaan  Rapat  Koordinasi (Rakor) Identifikasi  Isu  Strategis  Bidang  Pangan  dan  Pengawasan  Harga  Bahan  Pokok  dalam  Menjaga Stabilitas Pangan Nasional. Rakor ini dibuka oleh Brigjen TNI M Sujono.

Direktur  Tertib  Niaga,  Mario  Josko  yang  menjadi  salah  satu  narasumber  pada  rakor  ini  mengapresiasi adanya sinergi lintas instansi yang telah berjalan baik di lingkup Sulawesi Utara ini, sehingga secara efektif telah turut menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga.

Mario menambahkan, edukasi  terhadap pengecer  dan  pedagang  pasar  masih  harus  terus  dilakukan  agar  dapat  memahami  ketentuan  yang berlaku  dalam  melakukan  aktivitas  penjualan  MINYAKITA.  Beriringan  dengan  upaya  edukasi  tersebut, monitoring dan pengawasan juga yang  harus  terus  berkesinambungan dilakukan, sehingga pemerataan distribusi dan kesesuaian harga dapat dijaga.

Bertindak sebagai narasumber pada rakor ini yaitu Kasiter Korem 131 Satugas Tugas Pangan Mabes TNI, Kol.  Inf.  Lucky  Maramis;  Direktur  Tindak  Pidana  Ekonomi  Khusus  Bareskrim  Polri,  Indra  Gunawan;  dan Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto.

Pada  kesempatan  ini,  peserta  rakor  yang  merupakan  produsen, pemilik  perusahaan,  distributor,  serta dinas  terkait  juga  menyampaikan  pertanyaan  serta  aspirasinya.  Mereka  menyatakan  komitmen  untuk terus berkolaborasi dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Penulis: Anugrah Pandey