datatimes.id, Jakarta – Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi momen penuh kasih yang inklusif dan bermakna dengan melibatkan lebih dari 3.000 orang peserta dari berbagai latar belakang dan akan diberikan santunan kasih Natal 3 Miliar, masing-masing Rp. 1.000.000/ Orang.
Anak-anak Sekolah Minggu, Guru Sekolah Minggu, para koster gereja, anak yatim piatu, penyandang disabilitas, hingga kelompok paduan suara turut ambil bagian dalam rangkaian acara yang menggambarkan semangat Natal sebagai perayaan kebersamaan, cinta kasih, dan solidaritas sosial.
Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya suasana perayaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa kasih Natal merangkul semua kalangan tanpa terkecuali, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang diusung dalam Natal Nasional 2025.
Sebagai wujud nyata semangat kasih dan kepedulian dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Panitia Natal menyalurkan 10.000 paket sembako melalui Aksi Sosial Natal yang dilaksanakan serentak di 10 titik wilayah Indonesia. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Toba, Mentawai, Kalimantan Barat, Toraja dan Nias. dengan distribusi 1.000 paket per wilayah.
Program ini bertujuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah-daerah tertinggal, sebagai perwujudan pesan Natal: “hadir untuk melayani, bukan dilayani”. Aksi sosial ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan kehangatan solidaritas, kepedulian gereja, negara, dan Panitia Natal terhadap sesama, sebagai bentuk nyata kehadiran iman dalam tindakan sosial.
Selain dari pada itu, ada juga Kado Natal Nasional 2025, menjadi momen penuh makna melalui penyaluran bantuan pendidikan sebesar Rp10 Miliar kepada 1.000 Orang penerima, masing-masing sebesar Rp10 juta per orang.
Dalam kurun waktu 8 Menit, panitia menghimpun dana Natal terkumpul Rp 27. 482.000.000, (27,482 Miliar) dengan semangat Gotong Royong Natal yang berdampak.
Sejarah dalam momentum perayaan Natal Nasional, pertama kalinya perayaan Natal Nasional 2025 tidak menggunakan dana APBN dan maupun dana dari BUMN, semua semangat Gotong Royong dan Saling Berbagi Kasih Natal kepada sesama dengan suka rela.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Ketua Pelaksana Harian Natal, Sekretaris Umum Panitia Natal dan Bendahara Umum Panitia Natal, menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional tahun ini akan digelar secara sederhana namun penuh makna, dengan dampak sosial nyata bagi masyarakat kecil, UMKM dan Misi Kemanusiaan di Palestina, Minggu 16 November 2025.
Mengusung semangat Gotong Royong dan Kemanusiaan, Perayaan Natal tidak hanya menjadi seremoni ibadah, namun juga menjadi wadah nyata untuk berbagi kasih kepada sesama. Hal ini sesuai arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar perayaan Natal dilaksanakan secara “Sederhana, Berdampak, dan Bermanfaat” terutama untuk misi kemanusiaan di Palestina dan masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
Uniknya lagi Natal Nasional kali ini tidak menampilkan para artis-artis ternama, melainkan mereka-mereka yang punya talenta suara bagus, namun belum terkenal, sehingga lewat Natal ini mereka diberikan kesempatan untuk tampil bersinar di acara puncak perayaan Natal 2025.
Dalam rangka merefleksikan makna Natal, panitia juga akan menyelenggarakan Seminar Pranatali di 8 titik, yang membahas tantangan keluarga modern, mulai dari masalah ekonomi, perceraian, kesehatan mental, kekerasan dalam rumah tangga, hingga judi online (judol) yang kian mengkhawatirkan, seperti thema Natal Nasional oleh PGI dan KWI; “Tuhan Yesus hadir untuk keluarga.”
Acara puncak Natal akan digelar 5 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh lintas agama, serta ribuan masyarakat. Acara ini juga akan disiarkan langsung melalui di Kompas TV, Metro TV, Garuda TV serta kanal-kanal digital.
Dengan kolaborasi panitia serta berbagai tokoh masyarakat, aras gereja dan gereja lintas denominasi, Natal Nasional 2025 menjadi momentum nyata bahwa “Iman harus diwujudkan dalam tindakan Sosial bagi orang-orang di sekitar kita”. Seperti dikatakan Maruarar, Sirait “Kita ingin Natal tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tapi juga momentum berbagi, merangkul yang kecil dan tak bersuara.”
(Galatia 6:2 TB)
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”
