datatimes.id, Tomohon – Mengawali kalender kerja tahun 2026, jajaran Kantor Pertanahan Kota Tomohon melakukan kunjungan koordinasi strategis ke Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tomohon pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini merupakan langkah proaktif untuk memperkuat sinergi antara otoritas pertanahan dengan Pemerintah Kota Tomohon dalam mengelola administrasi pertanahan di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Tomohon, Risna Dali, S.SiT., hadir langsung dalam pertemuan tersebut dengan didampingi oleh Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Try S.M Siahaan, S.Tr., M.Si serta Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Peggye L.O Rembeth, S.H., M.Si. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tomohon.
Dalam pertemuan tersebut, agenda utama yang dibahas adalah penyampaian laporan awal tahun mengenai kondisi dan perkembangan aset Pemerintah Kota Tomohon. Risna Dali menjelaskan bahwa sinkronisasi data aset ini sangat krusial untuk mewujudkan tata kelola aset daerah yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Kota Tomohon dalam pengamanan aset melalui sertifikasi dan pendataan yang akurat. Laporan awal tahun ini diharapkan menjadi pijakan yang kuat untuk pengelolaan aset yang lebih baik ke depannya,” ujar Risna.
Selain persoalan aset, kunjungan kerja ini juga menjadi ajang pembahasan strategis terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2026. Mengingat PTSL merupakan Program Strategis Nasional (PSN), koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan menjadi kunci keberhasilan di lapangan.
Pihak Kantor Pertanahan berharap, melalui sinergi yang intensif dengan Sekretariat Daerah, kendala administratif maupun teknis di lapangan dapat diminimalisir. Target akhirnya adalah percepatan sertifikasi tanah milik masyarakat maupun aset pemerintah dapat tercapai secara maksimal.
“Output dari sinergi ini bukan sekadar angka capaian, melainkan hadirnya kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat Kota Tomohon, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi dua arah secara rutin demi memastikan seluruh target pembangunan di bidang pertanahan di Kota Bunga dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. (*)






